Ketika saluran irigasi menyusut di musim kemarau, banyak petani beralih ke sumur bor untuk mengairi sawah dan kebun. Sumur irigasi berbeda dengan sumur rumah tangga: kebutuhan airnya jauh lebih besar, pemakaiannya berjam-jam, dan justru paling dibutuhkan saat air paling sulit didapat. Perencanaannya pun perlu lebih matang.
Memperkirakan kebutuhan air lahan
Langkah pertama adalah memperkirakan berapa banyak air yang dibutuhkan. Faktor yang memengaruhinya antara lain:
- Luas lahan yang akan diairi.
- Jenis tanaman. Padi sawah membutuhkan air jauh lebih banyak daripada palawija atau sayuran.
- Fase tanam. Masa pengolahan lahan dan awal tanam padi biasanya paling banyak menyerap air.
- Jenis tanah dan cara pengairan. Tanah berpasir lebih boros air; irigasi tetes atau selang jauh lebih hemat daripada penggenangan.
Untuk sawah padi, angka kasar yang sering dipakai dalam perencanaan adalah sekitar 1 liter per detik untuk setiap hektare. Angka ini hanya titik awal; kebutuhan nyata bisa lebih tinggi atau lebih rendah tergantung kondisi di atas.
Rancangan sumur untuk irigasi
Target lapisan air yang stabil
Sumur irigasi paling dibutuhkan saat kemarau. Karena itu targetnya adalah lapisan air yang tidak ikut mengering, biasanya lapisan yang lebih dalam. Perbedaan lapisan dangkal dan dalam dibahas di kedalaman sumur bor yang ideal.
Diameter pipa yang lebih besar
Debit besar membutuhkan pompa yang lebih kuat, dan pompa yang lebih kuat membutuhkan pipa sumur yang lebih lebar. Diameter ini harus diputuskan sebelum pengeboran, karena sulit diubah setelah sumur jadi.
Pompa yang sesuai debit sumur
Sumur irigasi umumnya memakai pompa submersible karena mampu mengangkat air dalam jumlah besar dari kedalaman. Ukuran pompa harus disesuaikan dengan hasil uji debit agar sumur tidak terkuras. Lihat perbandingan lengkapnya di jet pump atau submersible.
Sumber tenaga di lahan
Sawah sering jauh dari jaringan listrik. Pilihan yang umum adalah menyambung listrik PLN ke lokasi, memakai genset, atau tenaga surya untuk pompa yang ukurannya sesuai. Hitung biaya operasional per musim tanam, bukan hanya biaya pemasangan, agar pilihan tenaga benar-benar menguntungkan.
Untuk kelompok tani: satu sumur dalam yang direncanakan dengan baik dan dipakai bergiliran sering lebih efisien daripada banyak sumur dangkal yang saling berebut air di lapisan yang sama.
Tips agar air sumur cukup sepanjang musim
- Buat kolam atau bak tampung, lalu isi secara bertahap agar pompa tidak bekerja terus-menerus.
- Atur jadwal penyiraman bergilir antar petak.
- Perbaiki pematang dan saluran agar air tidak terbuang.
- Rawat sumur dan pompa sebelum musim kemarau tiba. Panduannya ada di cara merawat sumur bor.
Lili Mandiri melayani pengeboran sumur untuk pertanian di berbagai lokasi di Jawa Barat. Lihat contoh pekerjaan kami di halaman proyek atau pelajari layanan sumur bor pertanian.
Pertanyaan yang sering diajukan
Berapa hektare yang bisa diairi satu sumur bor?
Tergantung debit sumur, jenis tanaman, dan cara pengairan. Setelah uji debit, kapasitas sumur bisa dibandingkan dengan kebutuhan air lahan untuk memperkirakan luas yang bisa dilayani.
Apakah pompa tenaga surya cocok untuk sawah?
Bisa cocok untuk lahan tanpa jaringan listrik, terutama jika air ditampung di siang hari. Ukuran panel dan pompa harus dihitung sesuai kebutuhan air dan kedalaman sumur.
Apakah perlu survei sebelum membuat sumur irigasi?
Sangat disarankan. Sumur irigasi biasanya dalam dan berdiameter besar, sehingga kegagalan titik akan sangat mahal. Survei geolistrik membantu memilih titik dan kedalaman yang lebih tepat.


