Sumur bor yang bagus belum tentu menghasilkan air yang lancar jika pompanya salah pilih. Dua jenis pompa yang paling sering dipakai untuk sumur bor adalah jet pump dan pompa submersible. Keduanya sama-sama mengangkat air, tetapi cara kerja, batas kedalaman, dan biayanya berbeda jauh. Artikel ini membantu Anda memilih yang paling sesuai.
Perbedaan cara kerja
Jet pump dipasang di atas permukaan tanah. Pompa menyedot air melalui pipa yang dimasukkan ke dalam sumur, dibantu alat yang disebut ejector atau jet untuk sumur yang lebih dalam. Karena bekerja dengan cara menghisap, jangkauannya terbatas.
Pompa submersible dimasukkan ke dalam sumur hingga terendam air. Alih-alih menghisap, pompa ini mendorong air ke atas, sehingga mampu mengangkat air dari kedalaman yang jauh lebih besar.
Perbandingan jet pump dan submersible
| Aspek | Jet pump | Submersible |
|---|---|---|
| Letak pompa | Di atas permukaan | Di dalam sumur, terendam air |
| Jangkauan kedalaman | Terbatas, cocok untuk muka air relatif dangkal | Jauh lebih dalam, sesuai spesifikasi pompa |
| Harga awal | Lebih murah | Lebih mahal, termasuk kabel dan panel |
| Suara | Terdengar saat bekerja | Hampir tidak terdengar |
| Perawatan | Mudah dijangkau | Perlu diangkat dari sumur bila diperbaiki |
| Diameter sumur | Lebih fleksibel | Perlu pipa sumur yang cukup lebar untuk badan pompa |
| Debit untuk pemakaian besar | Terbatas | Lebih cocok untuk debit besar |
Kapan jet pump sudah cukup?
- Muka air di sumur cukup dangkal dan stabil sepanjang tahun.
- Pemakaian untuk satu rumah tangga dengan kebutuhan normal.
- Anggaran awal terbatas dan Anda ingin perawatan yang mudah.
Kapan sebaiknya memakai submersible?
- Muka air dalam, atau sering turun saat kemarau hingga di luar jangkauan jet pump.
- Kebutuhan air besar: beberapa rumah, kos-kosan, usaha, pesantren, atau irigasi.
- Air harus dialirkan ke toren yang tinggi atau jarak yang jauh.
- Anda menginginkan pompa yang senyap.
Kunci utamanya: pompa harus sesuai dengan kemampuan sumur. Pompa yang terlalu besar akan menyedot air lebih cepat daripada kemampuan sumur mengisi ulang, sehingga air cepat habis dan pompa cepat rusak.
Langkah memilih pompa yang tepat
- Ketahui kedalaman muka air dan kedalaman sumur. Data ini didapat saat pengeboran dan uji debit.
- Hitung kebutuhan air harian dan berapa tinggi air harus dinaikkan, termasuk ke toren.
- Cocokkan dengan debit aman sumur, yaitu jumlah air yang bisa diambil tanpa membuat sumur cepat kering.
- Periksa daya listrik yang tersedia di lokasi, karena pompa besar membutuhkan daya lebih tinggi.
Pilihan pompa sangat terkait dengan kedalaman sumur. Baca juga kedalaman sumur bor yang ideal. Jika air tiba-tiba melemah saat kemarau, panduan sumur bor kering di musim kemarau membantu membedakan apakah masalahnya di pompa atau di sumur.
Pertanyaan yang sering diajukan
Bisakah jet pump diganti submersible di sumur yang sama?
Bisa, selama diameter pipa sumur cukup untuk badan pompa submersible dan muka air memungkinkan pompa terendam. Tim perlu mengecek ukuran dan kondisi sumur terlebih dahulu.
Apakah submersible lebih boros listrik?
Tidak selalu. Untuk sumur dalam, submersible yang ukurannya tepat sering lebih efisien daripada jet pump yang dipaksa bekerja di batas kemampuannya.
Berapa umur pompa sumur bor?
Sangat bergantung pada kualitas pompa, kecocokan ukuran, dan kebiasaan pemakaian. Menghindari pompa bekerja tanpa air dan menjaga air tetap bersih dari pasir sangat memperpanjang umurnya.


